MEMBEDAH CERPEN BENING

Cerpen Bening yang berjudul ‘Nyanyian Hati’ sebenarnya sudah bagus dan layak muat di majalah (menurut saya lho!) tetapi….banyak sekali penggunaan tanda baca dan huruf besar yang salah. Misalnya :
“Ada apa sih Bi, tumben.. dandanan kamu rapi, hemmm…. harum banget”.

Yang benar adalah :

“Ada apa sih Bi, tumben.. dandanan kamu rapi, hemmm…. harum banget.”
Akhiri kalimat dengan tanda TITIK baru tanda KUTIP PENUTUP.

Selain itu, Bening banyak membuat kesalahan dalam pemenggalan kalimat. Banyak kalimat yang seharusnya sudah diberi tanda titik, tapi oleh Bening tetap dilanjutkan sehingga mengurangi keindahan cerpennya. Misalnya :

aneh, pikirku tak biasanya Abi meneleponku jam-jam segini dan… ternyata dia menelepon untuk mengajakku keluar, meski tidak jelas kemana tujuannya aku mengiyakan saja.

Seharusnya :

Aneh, pikirku. Tak biasanya Abi meneleponku jam-jam segini. Dan… ternyata dia menelepon untuk mengajakku keluar, meski tidak jelas kemana tujuannya aku mengiyakan saja.

Coba bayangkan dirimu sedang membaca sebuah artikel atau berita dari koran. Kalau kalimat yang ditulis terus bersambung, bukankah itu berarti kamu harus membacanya tanpa jeda. Padahal, ketika sekolah dulu kita pasti pernah belajar mengenai fungsi tanda titik, koma, tanda seru, tanda tanya, dll. Nah, dalam mengarang semua tanda-tanda itu harus digunakan dengan benar agar ‘soul’ dari sebuah karangan semakin jelas. Bila sang tokoh sedang bertanya, gunakan tanda tanya. Bila sedang berteriak, gunakan tanda seru. Atau…..bertanya dengan cara berteriak, gunakan tanda tanya dan tanda seru.

Agar kalian semakin mahir menulis cerpen, sebaiknya sering-sering baca cerpen yang sudah diterbitkan di media cetak. Perhatikan tanda baca, pemenggalan kalimat dan penggunaan huruf besar di cerpen tersebut. Nanti kalian akan semakin mengerti bagaimana menggunakan tanda baca, huruf besar dan cara pemenggalan kalimat.

</span

14 Comments »

  1. 1
    Kabasaran Soultan Says:

    Memang bu guru ini luar biasa deh.At least ..aku juga bisa belajar banyak dari repew ini.Tabik bu guru .wakakakakaaaaa

  2. 2
    vie_three Says:

    nah darisini jadi tau mana yg didahulukan, tanda petik dulu apa tanda titik. setelah huruf besar dan nama serta jeda dalam bacaan, kini ada ilmu lagi yg sudah lama saya bingungkan. :@ehm mbak fanny saat ada percakapan seperti ini:"Aku tak tahu apa yang kamu maksudkan Din." ujar Dona.Setelah tanda petik itu terus ada kata ujar atau mungkin kata lainnya (itu hanya contoh). apakah setelah tanda petik itu dikasih titik lagi, selama ini saya gak pernah ngasih titik siy tp kok rasanya janggal. Nah yang bener yang mana mbak??? Dikasih titik kok malah jelek, abis titik, tanda petik, kok titik lagi.😕

  3. 3
    Susy Ella Says:

    bu guru…ella laper nih hheheheeh😦

  4. 4
    Sang Cerpenis bercerita Says:

    @vie three : Yang bener kayak ini :"Aku tak tahu apa yang kau maksudkan, Din?" Ujar Dona. Memang begitu, setelah tanda titik ya tanda petik. Kan percakapan.

  5. 5
    Yunna Says:

    bener2 kayak bu guru ya…:s

  6. 6
    buwel Says:

    maab telattttt :o:

  7. 7
    bening Says:

    sipp2, nambang ilmu, makasih bug

  8. 8
    ADVINTRO Says:

    mengenai tanda petik sebelum atau setelah titik dalam kalimat langsung. Tentunya, menurut pendapatku, itu masih bisa fleksibel kan, Bu? Kalimat langsung memang harus diakhiri titik dulu sebelum tanda petik, tapi itu jika kalimat itu berdiri sendiri. contoh:advintro: "maaf, itu cuma pendapatku, jangan tersinggung ya, Bu."aku rasa berbeda jika kalau diselipkan pada kalimat langsung yang tidak berdiri sendiri atau masuk sebagai bagian dalam suatu paragraf. Seperti ini:Jika negeri ini negeri yang benar-benar aku cintai, aku akan berkata dengan lantang, "Aku cinta Indonesia".Maaf, sekedar berbagi, maaf juga jika aku salah ya, Bu. Hehe kapan-kapan artikelku boleh ya, dibahas di sini, rekomendasi, cerita yang tentang Bangku Kayu bagus tuh, hehe kepedean, ngayal mode on. Hihihi

  9. 9
    Sang Cerpenis bercerita Says:

    @advintro : iya kalo untuk kalimat spt itu. misalnya : Tono punya motto : "MAJU TERUS PANTANG MUNDUR". Tentu saja ini berbeda krn bukan kalimat dalam percakapan. Hanya untuk menegaskan mottonya si Tono. Yang saya bicarakan di bedah cerpen Bening kan, untuk kalimat dalam percakapan. Jadi, jangan dicampur adukkan.

  10. 10
    bening Says:

    bu guru, ttg kiriman cerpen2ku jangan diedit dulubiar aku coba mengedit sebisaku dulu, kan dah dapat ilmunya he he he…ntar kalo dah tak edit ternyata masih banyak yang salah juga baru bu guru ambil tindakaan ya

  11. 11
    Sang Cerpenis bercerita Says:

    ok deh

  12. 12
    lovepassword Says:

    Wah dikau membuka biro konsultasi juga ternyata? Hi Hi Hi. Yang aku bingung tuh kamu makannya apa Fan, bayangken blog kamu delapan, wah? Jangan-jangan ada yang salah dengan indra perasamu terutama yang terkait dengan pegel-pegel.🙂 Hi Hi Hi, kamu minum jamu apaan bu cerpenis ?

  13. 13
    Sang Cerpenis bercerita Says:

    @lovepassword : jamu tolak pegel,pis. :))

  14. 14
    awan_clickerz Says:

    wah…asikkk ada rubrik beginian ye..aku juga mo jajal buat ah, nanti minta dikoreksi…:D


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: