JEJAK TUBUH karya Fannie Yulandari

Prakata : Cerpen ini kiriman dari Fannie Yulandari (namanya mirip nih). Setelah saya baca-baca, kayaknya ini bukan cerpen deh. Mungkin semacam prosa. Tapi secara keseluruhan, dari sisi bahasa, penggunaan tanda baca, huruf besar,dll sudah oke.

Saran saya buat Fannie :
Sebenarnya kalau kamu mau buat prosa ini menjadi cerpen bisa saja kok. Tinggal menambah konflik dan perjelas para tokohnya. Keliatannya kamu punya bakat menulis karya sastra yang lebih berat. Bukan sekedar cerpen ala chicklit/teenlit. Perlu dikembangkan dan diasah. Saran saya, kamu pelajari cerpen-cerpen di Harian Kompas Minggu dan Majalah Horison.

Well, para murid tercinta, mari kita simak tulisan Fannie Yulandari.

Aku benci melihat alur jejak orang lain di tubuhmu.

“Bagaimana kau bisa melihatnya?” tanyamu.

Bagaimana bisa aku tak melihatnya? Jejak itu tertera jelas di mataku. Tidak, itu bukan jejak diriku yang haus jelajahi tubuhmu. Melainkan alur tertinggalkan oleh sosok asing. Partikel diriku musnah tertindas renik sesuatu yang lain. Keberadaannya lahap rindu tumbuh terlambat. Jejakku belum lagi mendingin ketika kau sambut kehangatan lain. Sementara beku masih mencengkramku erat. Tak ada kau yang nyalakan gairah demikian panas.

Aku benci mencium aroma asing di tubuhmu.

“Wangi apa yang kau cium?” tanyamu.

Bukan aroma cinta kita yang kuhirup dari tubuhmu. Melainkan jarak begitu pekat. Terasa kepahitan akan waktu berbeda yang pisahkan kita. Saat ini hanya kucium sayup wangi keberadaan asing. Tak ada lagi gelora nafas berpadu hantarkan perpenuhan. Hanya samar euforia tertinggal. Bersama dekap asa yang terpisah. Masa terlewat begitu cepat, tenggelamkan kau dalam wangi berbeda yang tak kusuka. Dan aku masih saja mencari sisa keharuman tubuhmu dalam mimpiku.

Aku benci mengecap rasa yang lain di tubuhmu.

”Rasa apa yang kau rindu?” tanyamu.

Tidakkah kau rasa kesemuan mengambang di udara setelah usai percintaanmu? Tidakkah kau rindu manis percampuran kau dan aku? Kala tubuh kita masih menari, rasa dirimu adalah ambrosia pemacu hasrat. Berebut kuasai benak dengan berbagai sensasi menghanyutkan. Namun hanya getir yang kusesap keberadaannya kini. Masih dapatkah kau kecap rasa diriku, ketika beragam rasa berlomba serbu inderamu?

Aku benci merasakan sentuhan tak bermakna.

”Makna apa yang kau cari?” tanyamu.

Keterikatan kita sudah lerai. Namun makna masih mengendap dalam jiwa. Kusimpan baik-baik fragmen kisah kita. Kini ia sudah reda memagut keberadaan. Namun lembut belaimu tetap terkenang. Menjadi peneman sepi kala lelap sendiri. Tak lagi kau tinggalkan lekuk di bantal di sampingku. Pun kecupan sarat oleh cinta. Hanya ada deretan kenikmatan kosong yang kau kejar tak tentu arah. Sungguh, kekosongan ini tak akan bisa terpenuhi.

Aku benci melihat tatapan tak berjiwa.

”Jiwa siapa yang ingin kau lihat?” tanyamu.

Bukankah dulu dapat kulihat pantulan jiwamu? Berkilau lembut dalam binar matamu. Terjerat aku dalam pesonanya. Pandangan itu selalu temani kebersamaan kita. Bersama hentakan rasa demikian tinggi. Merebut akal dan terbitkan candu. Dalam deras percumbuan, dapatkah kau rasa jiwa kita bercinta kala tatap berpadu? Getar-getar indah merasuk kalbu. Sekarang jiwa siapa yang tercermin di matamu, ketika kau hanyut dalam episode-episode sesaatmu. Aku merindu jiwamu, tahukah kau?

Aku benci terperangkap di antara setengah.

”Lalu apa yang kau mau?” tanyamu.

Tak ada. Karena usai telah miliki kita.

”Tapi aku masih mencintaimu.” katamu.

Ya.
Bukankah kau bilang aku memiliki hatimu, bukan tubuhmu.
Lalu apa arti cinta itu?

(28 Desember 2007 – 01.59 PM)

</span

22 Comments »

  1. 1
    anindyarahadi Says:

    keren… hehe… aku suka caranya nulis mbak…aku suka caranya si penulis menelusupi rasa, bikin yang baca merasa jadi 'aku'

  2. 2
    Fannie Says:

    Terima kasih sudah dimuat dan dibahas di sini. Saya masih bingung bagaimana mengembangkan tulisan prosa seperti ini menjadi cerpen yang utuh hehehe…mungkin ada masukan?

  3. 3
    Sang Cerpenis bercerita Says:

    @fannie : buat dulu tokoh2nya. mungkin disini tokoh pria dan wanita ya. lalu, buat narasi. mereka ada dimana. keliatannya ini percakapan di tempat tidur? ha ha ha…lalu dari percakapan itu masukin konflik. jangan lupa klimaksnya.

  4. 4
    Yunna Says:

    keren tuh…teman, sekarang Yunna pindah rumah di http://yunna-mylifediary.blogspot.comKunjungi aku ya…

  5. 5
    -Gek- Says:

    :oMantabs nian… Kapan ya bisa nulis seperti ini.. Iya.. namanya mirip yee.. ma Mbak Fanny. hehehe.

  6. 6
    Acep Zamzam Noor Says:

    Semoga Sukses Segala KinerjanyaTerus Berkarya—————–>Salam SastraKumpulan Puisi Acep Zamzam Noor, Artikel Budaya, Artikel Sastra, Artikel Sosial,Artikel Seni, Lukisan Acep Zamzam Noor dapat di update pada Bloghttp://acepzamzamnoor.blogspot.comSelamat Berapresiasi—————————-Salam musik Indonesiaband ternama, directory pop, lirik pop, lagu pop, pop lyric, free pop lyric, lirikpop gratis, kumpulan lirik pop, lirik pop melayu, tembang pop lengkap ada dihttp://popindonesia.co.ccSelamat Bersenandung Ria——————————Salam Dangdutgoyang dangdut, directory dangdut, lirik dangdut, jago dangdut, dangdut lyric, freedangdut lyric, lirik dangdut koplo, direktori lirik dangdut, hot dangdut lengkapbisa dikunjungi di http://goyangdangdut.co.ccSalam Dangdut———————Salam KaryaKumpulan puisi, Kumpulan Cerpen, Artikel Bebas, Gita Lirik, Otodidak Computersilakan kunjungi di http://kobongsastracipasung.blogspot.comSelamat Berapresiasi————————Terima Kasih

  7. 7
    si jelek Says:

    hmmm… cool

  8. 8
    a-chen Says:

    owhhhh Kalo begini itu namanya peosa ya Bu….baru tahu….heheheeheh, maaf baru mampir kesini, lagi kangen…🙂

  9. 9
    a-chen Says:

    hiihihihih prosa maksudnya…🙂

  10. 10
    rahmi fadilla Says:

    mbak,..mau tanya,..kalo pengen juga kirimin karya ke graha sastra gmn caranya???pengen juga dikritikin kan hasil tulisannya,gt….makasi ya mbak,.

  11. 11
    Lambang Says:

    Sepertinya tata bahasanya yang kurang sreg.Mudah-mudahan saya salah menilai.

  12. 12
    myth Says:

    pingin nulis juga yang keren kayak gitu…nti aku buat juga ah…mohon komennya ya mbak…^_^

  13. 13
    a-chen Says:

    mampir mbak….mumpung lagi nggak kumat migrennya…🙂

  14. 14
    Sang Cerpenis bercerita Says:

    @myth : oke deh, kirim aja ya.@rahmi : kirim ke shianno@yahoo.com

  15. 15
    a-chen Says:

    malam mbak…

  16. 16
    Agus Siswoyo Says:

    Blog yang unik dengan artikel yang berbobot. Lanjutkan gan…!

  17. 17
    a-chen Says:

    yups, terus gan…🙂

  18. 18
    a-chen Says:

    Hi""…🙂

  19. 19
    Sang Cerpenis bercerita Says:

    @achen : iya sabar..belum ada ide nih utk update.. X(

  20. 20
    Bobby Priambodo Says:

    Bu Guru, boleh nambah satu murid yah.Saya Bobby, masih 15 tahun. Tertarik untuk menulis cerpen sejak smp.Nanti saya kirim contoh cerpen saya ya🙂

  21. 21
    lovepassword Says:

    Kayaknya sih itu memang bukan cerpen dan mungkin justru sulit dijadikan cerpen. Itu lebih cocok semacam pembukaan kisah novel sastra semacam prolog gitu. Lebih mirip prolog novel sastra daripada dipaksakan jadi cerpen.

  22. 22
    Sang Cerpenis bercerita Says:

    @bobby : boleh aja@lovepassword :tks utk sarannya.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: